menghilangkan stress

mengatasi stress

2

Kemacetan dan Stres Pada Pengemudi Mobil Pribadi

menghilangkan stress“Bukan Jakarta namanya kalau nggak macet.” Tentunya ungkapan tersebut tidak asing lagi terdengar di telinga kita sebagai warga Jakarta. Kemacetan lalu lintas sudah seperti bagian dari kehidupan di kota Jakarta. Nampaknya tidak ada lagi cara untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi sekarang ini. Penyebab terjadinya kemacetan di Jakarta bermacam-macam, diantaranya karena terlalu banyaknya kendaraan yang memadati jalan-jalan, perilaku para pengguna jalan yang tidak mau menaati peraturan, dan juga perencanaan tata kota yang kurang baik. Beberapa upaya sudah dilakukan oleh pemerintahan setempat, seperti pembangunan proyek Trans Jakarta, namun apa hasilnya? Nihil. Bahkan ironisnya upaya-upaya yang tadinya bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta malah meningkatkan tingkat kemacetan itu sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi permasalahan yang belum ada jalan keluarnya ini? Daripada sibuk meratapi keadaan ini sambil menunggu-nunggu kapan kemacetan bisa berkurang, lebih baik mencari cara  untuk mengatasi stres yang seringkali terjadi dikala Anda sedang berada di tengah kemacetan yang sedang  dihadapi.

Stress means strain, pressure, or force on a system (Girdano,2005, p.1). Jika dikaitkan dengan kemacetan, maka seseorang akan mengalami stres karena banyaknya tekanan yang dialami ketika terjebak dalam kemacetan tersebut. Tekanan-tekanan tersebut misalnya, terlalu banyaknya kendaraan umum yang melanggar aturan dan akhirnya merugikan pengendara lain, terlalu banyak waktu yang tersita sehingga terkadang menjadi terburu-buru, polusi asap dan juga suara, kelelahan fisik, dll. The aim of stress management, then, is not to eliminate stress entirely but to control it so an optimal level of arousal is present (Rice, 1992). Maka untuk tetap mengoptimalkan stres dikala terjebak macet, coping strategy haruslah dimaksimalkan. Misalnya dengan menyiapkan waktu lebih panjang sebelum bepergian untuk menghindari keterlambatan, mendengarkan lagu, membaca, dsb.

Sebelum membahas lebih dalam tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menghadapi stres karena kemacetan, akan dibahas terlebih dahulu apa saja yang membuat seseorang menjadi stres ketika mereka sedang terjebak di kemacetan lalu lintas.

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Banyaknya kendaraan tersebut kemudian akan membuat pengemudi menjadi stres. Situasi kemacetan merupakan keadaan yang ”overcrowding” atau terlalu padat. “Research supports the theory that when individuals feel inhibited or frustrated due to overcrowding, the stress response results.” (Girdano, 2005, p.150). Maka, jika seseorang menjadi stress jika berada di tengah kemacetan, itu menjadi wajar, karena di dalam penelitian terhadap hewan, keadaan “overcrowding” memproduksi sekresi hormon stress dan adrenalin secara berlebihan, menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan meningkatnya tekanan darah. Perbedaannya dengan manusia adalah, manusia mempersepsikan “overcrowding” tersebut secara berbeda-beda pada setiap individu (Girdano, 2005, p.150). Koslowsky et al. (1995) menambahkan bahwa stres yang disebabkan karena keramaian juga diperburuk dengan perasaan untuk berkompetisi dengan orang lain. Dalam keadaan yang sangat macet, tentunya setiap pengendara akan berusaha untuk tidak mau mengalah, tidak mau memberi jalan kepada kendaraan lain untuk menyalip, dsb. Keadaan ini akan membuat pengendara-pengendara tersebut semakin meningkat tekanannya. Belum lagi jika harus berhadapan dengan kendaraan-kendaraan umum yang pada umunya melanggar aturan, menyalip ke kanan dan ke kiri, berhenti sesuka hati, dsb. Hal ini tentu akan menjadi sumber stres yang cukup besar bagi pengendara-pengendara lain. Terlalu banyaknya kendaraan motor juga dapat menjadi sumber stres bagi pengendara mobil. Sebenarnya pemerintah sudah selayaknya mengatasi hal ini seperti misalya dengan membuat jalur khusu untuk motor. Jika Anda berada di lampu merah dan di barisan paling depan, Anda akan melihat begitu banyaknya motor yang mencoba untuk berjalan di sela-sela antrian mobil-mobil dan berusaha untuk berada di baris paling depan, dan seringkali melewati garis batas lampu merah. Tidak jarang dari mereka akan menyerempet mobil-mobil yang sedang berhenti di lampu merah tersebut hanya karena berusaha untuk berada di baris paling depan. Hal ini tentunya menjadi sumber stres yang baru bagi pengendara mobil.

Kemacetan pasti akan menyita begitu banyak waktu. Mungkin yang seharusnya perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit jika tidak macet, hanya karena macet yang parah Anda harus menghabiskan waktu 1 jam di perjalanan. Hal ini tentunya menjadi stresor yang cukup kuat. Terlebih lagi jika Anda sudah terburu-buru, karena 15 menit lagi waktu ujian sudah dimulai, waktu meeting sudah dimulai, sementara Anda masih berada di tengah kemacetan dan mobil Anda bahkan tidak dapat bergerak. Keadaan ini seringkali terjadi dan menjadi stresor yang luar biasa kuat.

Kemacetan juga menimbulkan polusi secara luar biasa, baik polusi asap kendaraan bermotor, maupun polusi suara. Girdano menyatakan bahwa suara dapat menjadi stresor dengan salah satu atau lebih dari ketiga cara berikut :

  1. Menstimulasi sistem saraf simpatetik
  2. Membuat gangguan yang tidak menyenangkan
  3. Menginterupsi kegiatan-kegiatan yang sedang terlaksana

Sebuah penelitian menemukan bahwa polusi suara dapat menciptakan perubahan-perubahan di sistem cardiovascular. Penelitian  lain menemukan bahwa seseorang yang mengalami polusi suara secara berulang-ulang akan mengalami peningkatan  tekanan darah secara permanen. Sementara itu, dalam bukunya Girdano mencatat bahwa “heavy traffic” memiliki tingkat polusi suara pada 80 decibel, yang artinya cukup tinggi. Oleh karena itu tidak heran jika polusi suara manjadi sumber stress yang cukup kuat bagi pengendara yang sedang menghadapi kemacetan. Suara-suara tersebut berasal dari suara mesin kendaraan-kendaraan lain, dan juga bunyi-bunyi klakson dari berbagai macam kendaraan.

Selain itu, tipe kepribadian Anda juga memiliki pengaruh yang cukup besar bagi tingkat stres yang akan dialami ketika mengalami kemacetan. Jika Anda memiliki tipe kepribadian A, maka kecenderungan untuk mengalami stres ketika macet akan semakin tinggi. Seseorang yang memiliki tipe kepribadian A selalu ingin melakukan segala sesuatu dengan cepat. Mereka perlu melakukan banyak hal dan mendapatkan banyak hal dalam waktu yang sesingkat mungkin. Jika mereka terjebak macet, tentu kecenderungan untuk mengalami stres akan lebih tinggi, karena mereka bukanlah orang yang suka menghabiskan waktu dengan sia-sia. Selain itu, tipe kepribadian A juga cenderung agresif, mudah marah, memiliki rasa kompetitif  yang tinggi, bahkan seringkali ingin berkompetisi dalam segala hal (Girdano, 2005, p.119). Jika mereka terjebak dalam kemacetan dan harus berhadapan dengan begitu banyak kendaraan lain yang  juga tidak mau mengalah, keadaan ini akan menjadi tempat dimana mereka akan merasa harus berkompetisi dengan kendaraan-kendaraan lain. Hal ini menjadi sumber stres yang sangat besar bagi orang-orang dengan tipe kepribadian A, karena mereka akan mudah marah dalam keadaan yang seperti ini, selain menyita waktu, juga harus ‘bertanding’ dengan begitu banyak kendaraan lain.

Setelah melihat apa saja yang kira-kira menjadi penyebab stres ketika macet, berikut ini akan dipaparkan reaksi stres apa saja yang mungkin muncul. Ketika situasi kemacetan sedang sangat parah, Anda sudah terlalu lama terjebak macet, keadaan fisik sudah sangat lelah setelah beraktifitas seharian, dan Anda harus tetap fokus menyetir sendirian, maka reaksi-reaksi stres seperti sakit kepala, tekanan darah yang meningkat, tangan berkeringat, otot-otot dada, leher, dan punggung yang menegang, dan keadaan fisik yang terlalu lelah biasanya mulai terjadi. Gejala-gejala tersebut cukup menandakan bahwa saat itu Anda sudah mengalami stres.  Kadangkala ketika Anda sedang berada di persimpangan lampu merah yang semrawut diamana terdapat begitu banyak kendaraan umum yang tidak beraturan menyalip ke kanan dan ke kiri, tidak jarang jantung Anda dapat berdegup kencang karena Anda terlalu tegang, apalagi jika tiba-tiba sebuah kendaraan menyerempet mobil Anda karena jalanan menjadi terlalu sempit dan dipadati begitu banyak kendaraan. Reaksi fisik yang pertama kali muncul ketika hal itu terjadi biasanya adalah jantung Anda menjadi berdegup kencang karena terkejut. Terkadang Anda juga tidak menyadari bahwa posisi duduk Anda ketika menyetir sudah sangat tegak, tidak lagi menyender, karena terlalu fokus ke situasi jalan yang begitu semrawut. Hal ini menandakan bahwa otot-otot punggung, leher, dan Anda sudah menengang.

Selain reaksi-reaksi fisik yang menandakan bahwa Anda sedang mengalami stres, juga mungkin muncul reaksi-reaksi emosional. Biasanya dalam keadaan seperti itu Anda akan mudah marah, menjadi tidak sabar, cemas, bahkan terkadang menjadi terlalu waspada. Jika anda adalah seseorang yang memiliki tipe kepribadian A, maka kecenderungan untuk mengalami gejala-gejala ini akan semakin besar. Setelah Anda mulai merasakan reaksi-reaksi emosional tersebut, maka biasanya Anda mulai mengekspresikan emosi Anda tersebut dengan tingkah laku yang cukup agresif, misalnya dengan mengklakson kendaraan lain dengan kencang karena melanggar aturan dan mengambil jalan Anda, mengeluh, bahkan tidak jarang ada orang-orang yang mengekpresikan kemarahannya dengan membuka kaca dan meneriaki kendaraan lain yang membuat ia kesal. Tanpa disadari Anda juga menjadi tidak mau mengalah terhadap kendaraan lain, seperti tidak mau memberi jalan, dsb.

Tanpa Anda sadari, setelah Anda melakukan beberapa tingkah laku tersebut, Anda akan menjadi bertambah stres. Lalu apa yang seharusnya Anda lakukan? Ada begitu banyak cara untuk mengurangi tingkat stres Anda, bahkan mungkin membuat Anda menjadi tidak stres dan menikmati perjalanan Anda walaupun Anda sedang terjebak di tengah kemacetan yang parah. Beberapa hal berikut bisa Anda lakukan untuk membantu Anda mengurangi tingkat stres ketika Anda sedang mengendara di tengah kemacetan lalu-lintas:

  • Buatlah prediksi waktu yang dibutuhkan dan kondisi jalan

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk menghindari stres adalah Anda harus menyisakan waktu lebih banyak sebelum bepergian, demi mencegah terjadinya keterlambatan. Anda harus pintar-pintar memprediksi kondisi jalan sebelum Anda bepergian. Misalnya Anda ingin pergi ke kantor pada pagi hari dan hari itu adalah hari Senin. Seperti biasanya, hari Senin adalah hari dimana kemacetan bisa terjadi dimana-mana. Sisakanlah waktu lebih banyak untuk perjalanan, agar ketika Anda terjebak macet, Anda tidak menjadi terburu-buru karena takut terlambat dan menjadi stres.

  • Mulailah mendengarkan musik

Music therapy can reduce heartrate, blood pressure, pain, and anxiety (Girdano, 2005, p.195). Maka mulailah mendengarkan musik, karena musik dapat mengurangi tingkat stres Anda. Musik yang dapat dipakai untuk relaksasi adalah musik dengan beat 70-80 per menit, sama seperti heartrate dan juga memiliki nada-nada yang cukup rendah dengan volume yang pelan. Instrumental selections are considered more effective than vocal music because patients may focus on words and their meaning rather than on relaxing with the music (Cassileth, 1999). Maka lebih baik bagi Anda untuk mendengarkan musik instrumental. Mendengarkan musik ketika Anda sedang  berada di tengah-tengah kemacetan ternyata memiliki dampak yang baik. Namun Anda juga harus pintar-pintar menentukan pilihan musik Anda.

  • Menelepon teman/orang terdekat

Jika Anda adalah sedang berkendara sendirian, maka hal ini sangat dapat mengurangi stres. Anda tidak akan merasa sendiri, fokus Anda dapat teralihkan, dan waktu yang banyak tersita menjadi tidak terasa. Namun jangan sampai hal ini menjadi stresor yang baru. Pakailah CDMA yang murah sehingga tidak membuat Anda menjadi stres karena harus membayar mahal di akhir bulan, dan jangan lupa memakai handsfree, karena dengan memakai handsfree, selain Anda menjadi tetap bebas menyetir, juga menghindari terjadinya penodongan handphone.

  • Tertawalah

Paul MCGhee, PhD menyatakan bahwa beberapa penelitian tentang hormon-hormon yang berkaitan dengan stres dan juga humor menunjukkan bahwa tertawa dapat mengurangi setidaknya neuroendocrine hormon yang berhubungan dengan respon stres, termasuk epinephrine, kortisol, dopac, dan hormon pertumbuhan. Untuk menstimulasi diri Anda agar bisa tertawa, Anda dapat mendengarkan siaran radio yang lucu, menelepon teman Anda yang jiwanya humoris, dsb. Dengan tertawa maka tingkat stres Anda dapat berkurang.

  • Buatlah suasana mobil Anda menjadi senyaman mungkin

Ada baiknya jika Anda menjaga agar mobil Anda tetap rapih dan bersih, karena dengan begitu Anda akan merasa nyaman berada di dalam mobil, terutama ketika harus berada berjam-jam didalamnya. Anda juga disarankan untuk menyimpan air mineral, makanan-makanan ringan, cd atau kaset, ataupun mungkin buku/majalah kesukaan Anda. Beberapa barang-barang tersebut bisa Anda manfaatkan ketika Anda sedang terjebak macet. Mereka bisa menjadi sangat berguna bagi Anda di saat-saat tersebut. Selain itu, Anda juga perlu menjaga agar mobil Anda tetap wangi. Menurut Price (1991), beberapa wewangian memiliki efek tertentu yang berguna bagi tubuh manusia, misalnya seperti lavender yang dapat mengurangi depresi, sakit kepala, menurunkan tekanan darah; chammomile yang dapat menghilangkan stres, depresi, dsb. Anda bisa memakai wewangian-wewangian tersebut untuk mengharumkan mobil Anda, karena selain mengharumkan, wewangian-wewangian tersebut juga dapat membantu Anda untuk mengurangi stres.

  • Waspadalah menghadapi kendaraan-kendaraan yang melanggar aturan

Anda harus cermat dan memperhatikan setiap tingkah laku kendaraan lain pada umumnya untuk membantu Anda menghadapi kendaraan-kendaraan tersebut dengan cara yang tepat. Misalnya pada kendaraan Angkutan Kota. Supir-supir Angkot ini sangat suka berhenti sesuka hati, kapanpun ada penumpang yang memberhentikan mereka. Oleh karena itu, janganlah mengendara di belakang mereka agar Anda tidak menjadi kesal ketika tiba-tiba mereka berhenti di depan Anda. Pada kendaraan motor, mereka suka sekali menyalip kemana-mana. Oleh karena itu, untuk menghindari mobil Anda tersenggol oleh mereka, mengalahlah. Biarkan mereka berjalan terlebih dahulu, agar Anda tidak menjadi stres dalam menghadapi mereka yang jumlahnya sangat banyak. Setelah Anda berhasil mengetahui setiap tingkah laku supir-supir kendaraan umum tersebut, Anda lebih baik menjauh dari mereka, jika sudah terjebak berada di dekat mereka, Anda lebih baik mengalah karena biasanya mereka tidak mau mengalah.

  • Aturlah napas anda

Tarik nafas Anda dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan, konsentrasikan pada gerakan diafragma Anda. Lakukan ini dua atau tiga kali hingga Anda mulai merasa terkendali. Dengan begitu diharapkan Anda akan merasa lebih rileks dan tingkat stress Anda dapat berkurang. By learning to breathe correctly, air is taken more efficiently, the pulmonary system is strengthened and conditioned, the function of the cardiovascular system is enhanced, greater oxygenation is promoted, the nerves are calmed, and restfulness occurs (Girdano, 2005, p.273).

  • Bersyukurlah

Yang terakhir, mulailah untuk bersyukur disaat perasaan hati Anda mulai tidak enak, saat Anda mulai kesal dan ingin marah. Saat Anda mulai bersyukur, maka perasaan Anda akan menjadi lebih baik. Jika Anda tidak tahu bagaimana caranya untuk bersyukur dalam keadaan seperti itu, mulailah melihat ke kiri kanan Anda. Lihatlah ke arah bus-bus kota yang didalamnya terdapat begitu banyak orang yang berdiri dan berdesak-desakan, atau ke jalan, ke arah pengemis yang sedang meminta-minta ataupun pedagang asongan yang sedang berpanas-panasan berjuang untuk mencari nafkah. Dengan melihat keadaan mereka, Anda akan memiliki alasan untuk bersyukur, karena setidaknya Anda jauh lebih beruntung dari mereka karena Anda berada di dalam mobil yang nyaman dan tidak seletih mereka. Setelah Anda sudah mendapatkan perasaan bersyukur tersebut, mulailah ucapkan kata-kata yang memberkati supir-supir kendaraan umum yang mungkin sempat membuat Anda kesal. Kata-kata positif yang Anda ucapkan akan jauh lebih baik untuk diri Anda daripada harus terus mengeluh dan memaki-maki mereka.

Cara-cara tersebut dapat Anda gunakan untuk membantu Anda mengurangi tingkat stres ketika Anda harus mengemudi di tengah kemacetan, namun ada satu hal lagi yang paling esensi yang perlu Anda lakukan yaitu memilih. Memilih apakah Anda ingim membuat diri Anda sendiri menjadi stres, atau sebaliknya, membuat diri Anda tidak stres tapi menikmati perjalanan Anda tersebut. Alangkah baiknya jika Anda mulai berpikir untuk lebih santai dan tidak menjadikan kemacetan tersebut sebagai beban bagi diri Anda.

Oleh: Stefani

Incoming search terms:

Filed in: Artikel Tags: , , , ,

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel HarmoniHidup.com secara gratis melalui email:

N.B: Jangan lupa untuk membuka e-mail Anda dan melakukan verifikasi

Delivered by FeedBurner

Recent Posts

Bookmark and Promote!

2 Responses to "Kemacetan dan Stres Pada Pengemudi Mobil Pribadi"

Leave a Reply

Submit Comment

© 2013 Harmoni Hidup. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
eXTReMe Tracker