Caffeine - Stressor favorit sepanjang masa

menghilangkan stress

2

Caffeine : Stressor Favorit Sepanjang Masa

menghilangkan stress
Sebutkan beberapa hal yang paling sering anda konsumsi sebelum memulai rutinitas sehari-hari anda. Beberapa dari kita akan memulai hari dengan meneguk secangkir kopi hangat, teh, ataupun segelas susu cokelat manis. Hal tersebut merupakan hal yang sangat umum dilakukan berbagai kalangan di dunia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai lansia. Bahkan di beberapa kebudayaan hal tersebut sudah menjadi tradisi, contoh : upacara minum teh di Cina dan di Jepang. Kopi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka yang tinggal di kota-kota besar. Beberapa toko kopi terkemuka hadir di berbagai tempat strategis dan menawarkan tempat yang nyaman untuk bersantai. Tetapi tahukah anda bahwa minuman – minuman tersebut dapat meningkatkan persentase kemunculan stres pada diri anda?

Zat yang menjadi stressor dalam minuman – minuman tersebut ialah caffeine. Stressor yang dimaksud disini ialah suatu keadaan atau stimulus yang dapat memicu timbulnya stres pada seseorang [1]. Nama caffeine sendiri mungkin sudah sering kita dengar di majalah – majalah atau sumber informasi lainnya, namun seringkali kita tidak menyadari bahwa caffeine memiliki pengaruh yang sangat kuat sebagai stressor. Caffeine sendiri berasal dari bahasa Perancis “ café “, yang artinya kopi. Caffeine ialah suatu zat yang terdiri atas campuran xanthine dan alkaloid yang bertindak sebagai stimulant (zat perangsang) aktif jika dikonsumsi dalam dosis yang lebih tinggi dari 300 mg [2].  Caffeine juga dapat bekerja sebagai pestisida natural yang melumpuhkan dan membunuh beberapa jenis serangga yang merusak tanaman.

Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa makanan / minuman yang kita konsumsi ternyata mengandung caffeine. Caffeine sendiri dapat ditemukan dalam enam puluh jenis dedaunan, biji-bijian, serta buah-buahan di seluruh dunia. Sumber caffeine yang paling sering kita temukan dan kita konsumsi ialah kopi, daun teh, biji cokelat, minuman ringan, dan minuman-minuman penambah energi. Caffeine juga dapat diproduksi secara sintetis dan ditambahkan ke makanan, suplemen, atau obat-obatan. Label kemasan dari suatu produk diharuskan untuk mencantumkan adanya caffeine di dalam suatu produk, tetapi tidak diharuskan untuk mencantumkan banyaknya caffeine yang terkandung di dalam produk tersebut.

Tingkat konsumsi caffeine dapat digolongkan berdasarkan banyaknya caffeine yang dikonsumsi seseorang per hari. Konsumsi caffeine dalam tingkat rendah hingga sedang ialah 130 – 300 mg caffeine/hari, sedangkan konsumsi caffeine dapat dikatakan tinggi apabila seseorang mengkonsumsi caffeine lebih dari 600 mg/hari. Diperkirakan konsumsi caffeine rata-rata penduduk Amerika ialah sekitar 280 mg/hari, sedangkan 20 – 30 % dari total penduduk mengkonsumsi zat tersebut lebih dari 600 mg/hari. [3] Berikut ialah tabel yang menggambarkan banyaknya caffeine yang terkandung dalam beberapa produk yang seringkali kita konsumsi [3].

Sumber Caffeine Jumlah yang
terkandung
Coffee
Plain, brewed 8 oz

135 mg

Instant 8 oz

95 mg

Espresso 1 oz

30-50 mg

Plain, decaffeinated 8 oz

5 mg

Tea
Green tea 8 oz

25-40 mg

Black tea 8 oz

40-70 mg

Soft Drinks
Coca-Cola Classic 12 oz

34.5 mg

Diet Coke 12 oz

46.5 mg

Dr. Pepper 12 oz

42 mg

Mountain Dew 12 oz

55.5 mg

Pepsi-Cola 12 oz

37.5 mg

Sunkist Orange 12 oz

42 mg

Energy Drink
Full Throttle, 16 oz

144 mg

Red Bull, 8.5 oz

80 mg

SoBe No Fear

158 mg

Chocolates or Candies
Candy, milk chocolate 1 bar (1.5 oz)

9 mg

Candy, sweet chocolate 1 bar (1.45 oz)

27 mg

Cocoa mix, powder 3 teaspoon

5 mg

Puddings, chocolate, ready-to-eat 4 oz

9 mg

Medicine: Over the Counter
Excedrin

65 mg

Bayer Select Maximum Strength

65.4 mg

Midol Menstrual Maximum Strength

60 mg

NoDoz 100 mg

32.4 mg

Pain Reliever Tablets

65 mg

Vivarin

200 mg

Pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak kita selanjutnya ialah ,” lalu, apa dampak dari caffeine itu sendiri terhadap stres yang mungkin kita alami?” Caffeine sendiri memiliki bermacam – macam pengaruh terhadap stres. Berikut ialah beberapa pengaruh caffeine terhadap stres digolongkan berdasarkan dampak-dampak yang ditimbulkan [4] :

1.      Caffeine meningkatkan respon tubuh terhadap stres

  • Caffeine dapat meningkatkan hormon stres dan menstimulasi Sympathetic Nervous System
    • Caffeine menstimulasi produksi dari hormon – hormon yang dapat memicu timbulnya stres seperti : cortisol, glucocorticoids, epinephrine, norepinephrine, dan dopamine.
  • Caffeine dapat mengintervensi metabolisme GABA
    • GABA (Gamma-aminobutyric acid) ialah sejenis neurotransmitter yang secara natural diproduksi di otak, sistem saraf, dan jantung. GABA memiliki peran penting didalam pengendalian mood dan stres seseorang serta memiliki peran di dalam fungsi jantung agar berjalan dengan normal.
    • Caffeine telah ditemukan dapat mengintervensi proses penghubungan GABA dengan reseptor-reseptor GABA. Hal ini mencegah GABA untuk menjalankan fungsinya sebagai penenang. 
  • Meningkatnya stres akibat konsumsi caffeine dapat menekan sistem kekebalan tubuh seseorang.
    • Stres dikaitkan dengan jumlah sel darah putih yang beredar, serta tingkat immunoglobulin seseorang. Semakin banyak seseorang mengkonsumsi caffeine, maka jumlah sel darah putih serta immunoglobulin yang beredar dalam dirinya pun ikut menurun dan  akhirnya mengakibatkan stres. Sistem kekebalan tubuh memberikan respon bervariasi terhadap durasi stres. Semakin sering orang mengalami stres maka system kekebalan tubuh orang tersebut juga akan mengalami penurunan fungsi.Menurunnya jumlah sel darah putih (lymphocyte) juga secara langsung mempengaruhi system kekebalan tubuh, karena sel darah putih merupakan factor dominan dalam sistem kekebalan tubuh manusia
  • Meningkatnya stres akibat konsumsi caffeine dapat mengganggu pola tidur seseorang.
    • Meningkatnya tingkat hormon-hormon yang terkait dengan stres di dalam tubuh mengakibatkan semakin tingginya persentase kemunculan insomnia serta gangguan-gangguan tidur lainnya. [11]
    • Gangguan pola tidur tersebut ditemukan dapat menyebabkan peningkatan  daya tolak tubuh terhadap insulin, menurunkan toleransi glukosa, serta menstimulasi sympathetic nervous system.

2.      Caffeine dan stres dapat mempengaruhi ingatan, kognisi, dan mood secara negatif.

  • Stres dan caffeine mempengaruhi ingatan dan Hippocampus.
    • Caffeine dan stres dapat memicu sekresi hormone glucocorticoid yang dapat merusak proses fisiologis dalam hippocampus. Hal ini dapat mempengaruhi proses pengambilan data pada short term memory, long term memory, dan working memory.
    • Caffeine juga dapat menginterfensi pelepasan kalsium dalam proses penstimulasi-an hippocampus, proses tersebut ialah proses fisiologis yang sangat penting dalam usaha menciptakan suatu memori.
  • Stres dan caffeine dapat mempengaruhi fungsi kognitif seseorang.
    • Stres, baik yang dipicu oleh konsumsi caffeine atau tidak, terbukti dapat menggangu proses di dalam prefrontal cortex. Hal tersebut termasuk pengambilan keputusan, dan mood.
    • Caffeine telah ditemukan dapat mengurangi aliran darah di otak, yang juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Konsumsi caffeine dalam dosis yang tinggi seringkali juga diasosiasikan dengan penurunan kemampuan penalaran verbal seseorang. 

3. Stres dan caffeine dapat mengakibatkan kenaikan berat badan

  • Caffeine menyebabkan kenaikan berat badan
    • Konsumsi caffeine dapat meningkatkan hormone cortisol serta meningkatkan daya tolak tubuh terhadap insulin yang selanjutnya dapat mengakibatkan obesitas abdominal. Obesitas abdominal ini dapat memicu penyakit-penyakit jantung serta diabetes
  • Peningkatan stres mengarahkan seseorang untuk makan berlebihan.
    • Salah satu ciri-ciri stres kronis yang diakibatkan oleh konsumsi caffeine yaitu terjadinya peningkatan keinginan untuk makan berlebih. Stimulan jenis CNS seperti caffeine meningkatkan timbulnya rasa cemas pada seseorang. Konsumsi caffeine juga dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengkonsumsi obat pencahar dan pil-pil diet dalam jumlah yang berlebih.
    • Meningkatnya hormone cortisol dapat mengakibatkan peningkatan selera makan seseorang. 

4.     Pengaruh-pengaruh lainnya

  • Caffeine membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi
    • Konsumsi caffeine akut telah terlihat secara signifikan meningkatkan tekanan darah systolic dan tekanan darah diastolic hanya dalam 3 jam setelah waktu konsumsi. Apabila konsumsi caffeine dilakukan secara terus menerus, maka hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hipertensi pada seseorang. .
  • Stres yang dipicu oleh Caffeine dapat mengacaukan ritme detak jantung.
    • Hormon Cortisol yang diproduksi tubuh pada saat stres dapat mengacaukan ritme detak jantung dan meningkatkan kemungkinan serangan jantung pada penderita penyakit ini.
  • Stres dan Caffeine dapat meningkatkan resiko berkembangnya bisul dan rasa panas pada perut bagi orang-orang tertentu.
  • Stres dan Caffeine juga dapat mempengaruhi proses pencernaan makanan seseorang. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit seperti mulas dan diare.

Dengan kadar yang tepat, Caffeine mungkin dapat membantu anda menjalani aktivitas sehari-hari. Tetapi banyak dari kita yang mengkonsumsi caffeine dalam jumlah yang berlebihan, hanya karena kita tidak tahu bahwa makanan yang kita konsumsi mengandung caffeine. Berikut hal-hal penting yang harus anda ingat mengenai caffeine [5] :

  1. 1.    Jangan konsumsi caffeine dalam jumlah yang berlebihan

Telah kita bahas sebelumnya bahwa konsumsi caffeine lebih dari 300 mg / hari dapat mengakibatkan beberapa efek negatif pada tubuh. Dengan demikian, kenali banyaknya kandungan caffeine yang terdapat pada makanan / minuman anda dan batasi konsumsi makanan / minuman tersebut agar tidak berlebihan.

  1. 2.    Jangan konsumsi caffeine setelah jam 2 siang.

Caffeine dapat bertahan di tubuh kita selama 8 jam, bahkan lebih. Oleh karena itu jangan konsumsi caffeine setelah jam 2 siang karena dapat mengganggu ritme tubuh anda untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan mengkonsumsi makanan / minuman yang mengandung caffeine di pagi hari. Dengan demikian, maka pola tidur dan istirahat tubuh anda tidak akan terganggu.

  1. 3.    Berolahraga secara teratur.

Waktu yang paling tepat untuk mengkonsumsi caffeine ialah sebelum berolahraga. Dengan demikian, performa anda akan meningkat dan olahraga akan membuat anda sehat dan merasa lebih sedikit stres sepanjang hari.

Oleh: Kelvin Kristarto

Incoming search terms:

Filed in: Artikel Tags: , , , ,

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan isikan alamat email Anda untuk berlangganan artikel HarmoniHidup.com secara gratis melalui email:

N.B: Jangan lupa untuk membuka e-mail Anda dan melakukan verifikasi

Delivered by FeedBurner

Related Posts

Bookmark and Promote!

2 Responses to "Caffeine : Stressor Favorit Sepanjang Masa"

Leave a Reply

Submit Comment

© 2014 Harmoni Hidup. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
eXTReMe Tracker